KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU DALAM ISLAM
Menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Allah SWT dan Rasulullah SAW telah menjelaskan keutamaan ilmu serta orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam menuntutnya. Dengan ilmu, manusia dapat membedakan yang benar dan yang salah, mengetahui hal-hal yang bermanfaat dalam hidup, serta menjadi hamba yang lebih taat kepada Allah. Tanpa ilmu, manusia hanya akan berada dalam kebodohan dan mudah terjerumus pada kesesatan. Oleh karena itu, belajar memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas manusia, baik dari segi akal, amal, maupun akhlak.
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa kedudukan orang berilmu berada beberapa derajat lebih tinggi daripada orang-orang yang tidak memiliki ilmu. Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari seberapa banyak hartanya, tingginya jabatan, atau kemuliaan nasabnya, melainkan sejauh mana ilmu yang ia miliki memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain. Menuntut ilmu bukan hanya untuk memperoleh prestasi dunia, namun lebih dari itu, ilmu menjadi sarana untuk mengabdi kepada Allah SWT dan meraih kebahagiaan akhirat.
Salah satu dalil yang menerangkan keutamaan ilmu terdapat dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Mujadalah ayat 11:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا۟ فِى ٱلْمَجَٰلِسِ فَٱفْسَحُوا۟ يَفْسَحِ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis’, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: ‘Berdirilah kamu’, maka berdirilah; niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini memberikan pelajaran bahwa Allah akan mengangkat derajat orang beriman dan berilmu dengan kemuliaan yang tidak diberikan kepada selain mereka. Ilmu menjadi sebab seseorang layak dihormati dan berpengaruh dalam masyarakat, karena ilmunya memberikan manfaat serta solusi dalam kehidupan umat.
Selain Al – Qur’an, banyak pula hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang keutamaan menuntut ilmu. Di antaranya :
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
(HR. Muslim, no. 2699)
Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Hadis tersebut menunjukkan bahwa setiap langkah dalam proses belajar merupakan amalan ibadah yang bernilai pahala besar. Bahkan perjalanan menuju tempat belajar pun dicatat sebagai langkah menuju surga. Maka, tidak ada alasan bagi seorang muslim untuk malas menuntut ilmu, karena Allah telah menjamin kemudahan serta pahala yang besar bagi mereka yang bersungguh-sungguh.
Ulama dan para ahli hikmah terdahulu juga banyak memberikan motivasi agar umat Islam selalu mencintai ilmu. Salah satu ungkapan masyhur dalam bahasa Arab mengatakan:
أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
Artinya: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”
Ungkapan ini menegaskan bahwa kewajiban belajar tidak berhenti pada usia tertentu. Menuntut ilmu harus dilakukan sepanjang hayat. Selama seorang muslim masih diberi kesempatan hidup, ia tetap berkewajiban memperbaiki diri melalui ilmu yang bermanfaat, baik ilmu agama maupun ilmu dunia.
Kesimpulannya, menuntut ilmu adalah amalan agung yang merupakan kewajiban setiap muslim. Allah mengangkat derajat orang-orang berilmu, memudahkan jalannya menuju surga, serta menjadikannya mulia di dunia dan akhirat. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa diberikan semangat dalam menuntut ilmu, mengamalkannya dengan ikhlas, serta menyebarkannya kepada orang lain. Aamiin Ya Rabbal ‘Aalamiin.
Penulis: Muhammad Zacky Ilhami (Mahasiswa Universitas Islam Depok)



Post Comment