Ilmu sebagai Cahaya Kehidupan: Mengapa Menuntutnya Menjadi Kewajiban?
Menuntut ilmu merupakan salah satu kewajiban utama dalam ajaran Islam. Kewajiban ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga mencakup dimensi sosial, intelektual, dan moral. Dalam Islam, ilmu dipandang sebagai cahaya yang menerangi kehidupan manusia, membimbingnya menuju kebenaran, dan menjadikannya makhluk yang mulia di sisi Allah SWT. Secara bahasa, ilmu berarti pengetahuan atau pemahaman. Sedangkan secara istilah, ilmu adalah pemahaman yang benar terhadap sesuatu berdasarkan dalil yang jelas. Dalam konteks Islam, ilmu mencakup pengetahuan tentang agama (seperti akidah, ibadah, dan akhlak) serta ilmu duniawi yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Kewajiban menuntut ilmu ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis yang sangat populer menyatakan:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.”
Hadis ini menunjukkan bahwa kewajiban menuntut ilmu tidak terbatas pada laki-laki saja, tetapi juga berlaku bagi perempuan. Ini menandakan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai pendidikan dan kesetaraan dalam memperoleh ilmu. Dalam Islam, kewajiban menuntut ilmu terbagi menjadi dua kategori: fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Ilmu fardhu ‘ain adalah ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap individu Muslim, seperti ilmu tentang tauhid, tata cara shalat, puasa, zakat, dan akhlak. Ilmu ini menjadi dasar bagi setiap Muslim untuk menjalankan agamanya dengan benar. Sedangkan ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang wajib dipelajari oleh sebagian umat Islam, seperti ilmu kedokteran, teknik, ekonomi, dan lain-lain. Jika sebagian umat telah menguasainya, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Namun, jika tidak ada yang mempelajarinya, maka seluruh umat berdosa.
Al-Qur’an juga memberikan perhatian besar terhadap pentingnya ilmu. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah untuk membaca, sebagaimana dalam QS. Al-‘Alaq: 1–5: “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan…” Ayat ini menunjukkan bahwa proses pendidikan dan pencarian ilmu merupakan bagian dari misi kenabian dan pondasi peradaban Islam. Menuntut ilmu dalam Islam bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk kemaslahatan umat. Ilmu yang dimiliki seorang Muslim seharusnya digunakan untuk memperbaiki diri, membantu sesama, dan membangun masyarakat yang adil dan beradab. Oleh karena itu, menuntut ilmu dalam Islam tidak boleh dipisahkan dari nilai-nilai keimanan dan akhlak. Dengan demikian, kewajiban menuntut ilmu dalam Islam adalah panggilan suci yang harus dijalani oleh setiap Muslim sepanjang hidupnya. Ilmu adalah jalan menuju ketakwaan, kemuliaan, dan keberhasilan di dunia maupun akhirat. Islam tidak hanya mendorong umatnya untuk belajar, tetapi juga memuliakan orang-orang yang berilmu sebagai pewaris para nabi.
Dan sebelum kita belajar hendaklah membaca terlebih dahulu karna berdoa sebelum belajar adalah bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan, keberkahan, dan pemahaman dalam menuntut ilmu. Dalam Islam, belajar bukan hanya aktivitas intelektual, tetapi juga ibadah. Maka, memulai dengan doa menunjukkan adab dan kesadaran bahwa ilmu sejati berasal dari Allah. Doa sebelum belajar mencerminkan sikap tawakal dan rendah hati. Seorang pelajar menyadari bahwa kecerdasan dan pemahaman bukan semata hasil usaha, tetapi juga karunia dari Allah. Dengan berdoa, kita memohon agar ilmu yang dipelajari bermanfaat, mudah dipahami, dan tidak menjadi beban. Contoh doa yang sering dibaca sebelum belajar adalah:
رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا
Artinya : Aku ridha Allah SWT sebagai Tuhanku, dan Islam sebagai agamaku, dan Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasulku. Ya Allah tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pemahaman yang baik.
Berdoa sebelum belajar juga membantu menenangkan hati, meningkatkan fokus, dan menumbuhkan semangat belajar. Ini adalah bagian dari etika belajar dalam Islam, yang mengajarkan bahwa ilmu harus dicari dengan adab, niat yang ikhlas, dan harapan akan ridha Allah.
Penulis: Nihayatul Maulidia (Mahasiswi Universitas Islam Depok)



Post Comment